Menyisipkan Parameter Array pada in_category() – WordPress

Ditempat saya bekerja saat ini beberapa situs web dibangun menggunakan WordPress, saat ini pun saya meneruskan “warisan” programmer terdahulu yang membuat situs web ini. Lalu, saya pun menemukan kode yang menurut saya kurang efisien dalam penulisannya. Setelah saya coba pelajari ternyata programmer yang terdahulu belum memanfaatkan kemudahan penggunaan array sebagai parameter pada function in_category() WordPress.

Sebelum membahas kemudahan menggunakan parameter array pada function in_category(), sekilas menjelaskan terlebih dahulu apa yang akan saya lakukan dengan menggunakan function tersebut.

Terdapat suatu kasus dimana ada beberapa kategori menggunakan custom single page. Nah, untuk menentukan kategori n kepada single page n diarahkan oleh function in_category().

Kembali lagi ke parameter array yang diperbolehkan pada function in_category(). Saya menemukan orang lain menuliskan kode seperti ini:

[php]
<?php
if( in_category( ‘9’ ) )
{
include(TEMPLATEPATH . ‘/single-custom.php’);
}
else if( in_category( ‘8’ ) )
{
include(TEMPLATEPATH . ‘/single-custom.php’);
}
else if( in_category( ‘7’ ) )
{
include(TEMPLATEPATH . ‘/single-custom.php’);
}
else if( in_category( ‘6’ ) )
{
include(TEMPLATEPATH . ‘/single-custom.php’);
}
else if( in_category( ‘5’ ) )
{
include(TEMPLATEPATH . ‘/single-custom.php’);
}
else if( in_category( ‘4’ ) )
{
include(TEMPLATEPATH . ‘/single-custom.php’);
}
else if( in_category( ‘3’ ) )
{
include(TEMPLATEPATH . ‘/single-custom.php’);
}
else if( in_category( ‘2’ ) )
{
include(TEMPLATEPATH . ‘/single-custom.php’);
}
else if( in_category( ‘1’ ) )
{
include(TEMPLATEPATH . ‘/single-custom.php’);
}
else
{
include(TEMPLATEPATH . ‘/single-custom.php’);
}
?>
[/php]

Contoh diatas menggunakan else if yang panjang, tanpa penggunaan array. Jika menggunakan array dapat disederhanakan menjadi seperti ini:

[php]
<?php
/* initialize */
$ids = array(‘9’, ‘8’, ‘7’, ‘6’, ‘5’, ‘4’, ‘3’, ‘2’, ‘1’);
/* conditional */
if( in_category( $ids ) )
{
include(TEMPLATEPATH . ‘/single-custom.php’);
}
else
{
include(TEMPLATEPATH . ‘/single-default.php’);
}
?>
[/php]

Lebih sederhanakan bukan? 😉

Cara melakukan JSON Encode & Decode pada PHP

Dalam ReST, seringkali kita menggunakan format JSON atau XML untuk melakukan representasi record dalam database.

Pada saat menggunakan format JSON dalam PHP, saya memiliki kasus sebuah array yang memiliki key default, seperti ini:

[php]
<?php

$default = array(‘Spirit’, ‘Walk’, ‘Run’, ‘Jump’);

?>
[/php]

Array Key tersebut secara default tentu akan sama seperti ini:

[php]
<?php

$default = array(0 => ‘Spirit’, 1 => ‘Walk’, 2 => ‘Run’, 3 => ‘Jump’);

?>
[/php]

Permasalahannya adalah ketika array tersebut di encode kedalam format JSON menggunakan function json_encode(), array key tersebut “hilang”, menjadi seperti ini:

[php]
[“Spirit”,”Walk”,”Run”,”Jump”]
[/php]

Salah satu solusinya agar array key tersebut bisa “terbawa” kedalam format JSON, array tersebut harus berbentuk object, dengan menambahkan konstanta JSON_FORCE_OBJECT sebagai parameter function json_encode(), menjadi:

[php]
<?php

$encode = json_encode($default, JSON_FORCE_OBJECT);

?>
[/php]

Sehingga menghasilkan:

[php]
{“0″:”Spirit”,”1″:”Walk”,”2″:”Run”,”3″:”Jump”}
[/php]

Dengan menjadikannya object, array key tersebut akan “terbawa” dalam format JSON. 😀

Lalu untuk melakukan proses decode format JSON object tersebut kedalam array, gunakan paramater TRUE pada function json_decode(), seperti ini:

[php]
<?php

$decode = json_decode($encode, TRUE);

?>
[/php]

Hasil decode ketika dilakukan var_dump(), kembali menjadi array, seperti ini:

[php]
array(4) {
[0]=>
string(6) “Spirit”
[1]=>
string(4) “Walk”
[2]=>
string(3) “Run”
[3]=>
string(4) “Jump”
}
[/php]

Selamat mencoba! 😀